Rabu, 30 Desember 2015

Tips to Prevent Viruses and Malware from Entering Through a Computer Network

Hai guys, pernahkah kamu bingung membedakan antara virus dengan malware, karena kondisi yang sering terjadi, banyak jenis malware yang langsung diklaim sebagai virus, padahal sebenarnya keduanya memiliki arti yang berbeda, yakni virus adalah aplikasi yang diprogram untuk dapat menggandakan diri, sedangkan malware adalah aplikasi yang diprogram untuk dapat melakukan infeksi terhadap sistem. Namun pada implementasinya, keduanya digabungkan agar dapat segera menginfeksi banyak korban dalam rentang waktu lebih singkat. Berikut beberapa tips yang dapat teman-teman coba, untuk melindungi komputer dari aktivitas virus maupun malware.

a) Jika menerima file yang sekiranya mencurigakan, silahkan teman-teman dapat memeriksanya dengan menggunakan halaman web berikut: https://www.virustotal.com/. Cara menggunakannya, yakni dengan melakukan upload terhadap file yang dianggap mencurigakan. Dengan menggunakan link tersebut, maka akan diketahui status aplikasi, apakah berbahaya atau tidak untuk digunakan.



b) Melakukan monitoring terhadap proses yang sedang berlangsung di dalam komputer. Langkah ini bertujuan untuk melihat apakah terdapat aktivitas yang mencurigakan di dalam komputer tersebut atau tidak. Kemudian untuk memeriksanya, dapat dilakukan dengan menggunakan aplikasi Process Hacker, yang dapat diunduh melalui link berikut: Download aplikasi Process Hacker. Ini beberapa langkah yang digunakan untuk menjalankan aplikasi tersebut.
  • Menjalankan aplikasi Process Hacker dalam kondisi run administrator, agar memperoleh hak akses penuh. 

  • Selanjutnya, melakukan monitoring terhadap jaringan, memeriksa apakah terdapat aktivitas yang mencurigakan di dalam sistem atau tidak. Contoh aktivitas tersebut adalah aktivitas cybercrime yang dijalankan oleh Actual Spy, yakni aplikasi keylogger yang digunakan untuk merekam segala aktivitas yang sedang berjalan dalam sistem. Bahayanya, aplikasi ini dapat dijalankan secara tersembunyi, sehingga tidak teridentifikasi oleh tools task manager biasa, bawaan dari Windows.



  • Untuk memastikan bahwa file tersebut benar-benar berbahaya atau tidak, maka dapat dilakukan pencarian informasi terlebih dahulu, agar memperoleh informasi yang valid dari file yang dianggap mencurigakan tersebut.


  • Jika informasi yang diperoleh, sudah pasti menunjukkan file yang bersangkutan adalah berbahaya, maka dapat dilakukan terminate program, seperti yang tampak pada gambar berikut.


c) Jika pengecekan melalui proses monitoring telah selesai dijalankan, maka selanjutnya melakukan scanning sistem secara offline, untuk mengetahui apakah sistem sudah aman atau belum. Di sini, penulis merekomendasikan teman-teman untuk menggunakan software utility AusLogics BostSpeed, karena selain ringan, software tersebut dapat digunakan untuk melakukan uninstall aplikasi yang sulit untuk dihapus dengan menggunakan tools uninstall biasa.



Selain Auslogic, penulis juga merekomendasikan teman-teman untuk menggunakan software utility Baidu PC Faster, karena software tersebut selain ringan, juga memiliki kemampuan untuk melakukan scanning virus atau malware secara custom dan cukup dalam, sehingga dapat mengidentifikasi virus atau malware apa yang saat ini sedang berjalan di sistem.


Jika dalam hal ini, ternyata software Baidu tidak dapat melakukan perbaikan terhadap file yang dianggap berbahaya, maka langkah selanjutnya baru kita melakukan pencarian informasi terhadap virus atau malware yang teridentifikasi, dan kemudian mencari antivirus atau antimalware apakah yang tepat untuk menanggulangi masalah tersebut, contoh HitmanPro 3, yang dapat diunduh melalui link berikut: Download aplikasi HitmanPro 3. Kita dapat menggunakan aplikasi tersebut secara bebas (free) selama 30 hari, untuk versi gratis.

d) Selain menggunakan software utility offline, scanning virus atau malware dapat dilakukan pula melalui software utility online, seperti HouseCall Free Online Virus Scan milik Trend Micro, yang dapat diunduh melalui link: http://housecall.trendmicro.com/. Berikut langkah-langkah penggunaan software utility tersebut.

  • Aplikasi dijalankan dengan hak akses penuh (Admin).

  • Area scanning dapat dipilih melalui menu Settings.


  • Setelah lokasi scanning selesai ditentukan, maka selanjutnya menu scanning dijalankan.

  • Berikut tampilan ketika scanning sistem selesai dilakukan, dan selanjutnya perbaikan terhadap file-file yang teridentifikasi, dapat dilakukan melalui menu Fix Now.

  • Informasi critical terkait file di atas, dapat dilihat melalui menu More Details.


e) Pengamanan yang selanjutnya, yang tidak kalah penting, yakni memeriksa aplikasi yang dianggap berbahaya dalam sistem, agar tidak berjalan secara startup, yaitu kondisi dimana aplikasi diatur, agar dapat langsung bekerja ketika sistem pertama kali dihidupkan. Langkah yang dapat dilakukan untuk melakukan pemeriksaan tersebut, yakni melalui perintah msconfig pada tools Windows (Run), yang dapat dipanggil dengan menekan tombol shortcut Win+R.


Selanjutnya, checklist aplikasi yang dianggap penting dan perlu untuk dijalankan secara startup, dan kemudian abaikan aplikasi lainnya.


Demikian langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk melindungi jaringan komputer dari berbagai aktivitas cybercrime. Penulis menyadari bahwa langkah di atas memang tidaklah selalu berhasil, karena hal tersebut dipengaruhi oleh kekuatan virus atau malware dalam mempertahankan diri dari aplikasi scanning yang digunakan. Semoga artikel ini dapat bermanfaat, dan penulis minta maaf jika ada salah dalam penyampaian teori atau metode yang digunakan.

*Catatan bahwa penulis benar-benar merekomendasikan langkah di atas untuk dicoba, sebab apa yang penulis sampaikan tersebut, berdasarkan pengalaman yang telah penulis lakukan dalam kurun waktu yang cukup lama, dan hasil yang diperoleh juga sangat memuaskan. Trust me :)

Quote:
When we talk about security, we talk about process, because security is a process, not a product.


Sumber informasi:
Nashihun Amien, Alumni Mahasiswa Teknik Informatika UII, angkatan 2009.
Heru Ari Nugroho,  Alumni Mahasiswa Teknik Informatika UII, angkatan 2009.
Kurniawan, Tentor X-Code Yogyakarta.

Selasa, 29 Desember 2015

How to Create User Accounts on VoIP Softphone (ZoiPer) for Android

Setelah melakukan pembangunan server VoIP, seperti yang telah dijelaskan pada artikel sebelumnya, maka selanjutnya akan dijelaskan cara membuat akun user VoIP, pada aplikasi ZoiPer. Aplikasi tersebut dapat diunduh melalui Google Play Store. Berikut langkah-langkah yang dilakukan, untuk melakukan pengaturan akun user VoIP. Langkah tersebut hanya terbatas pada penggunaan protokol IAX, karena berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh mahasiswi UII, Yanuarika Insanul R. F., membuktikan bahwa protokol IAX dapat bekerja lebih baik daripada protokol signaling lainnya, karena hanya membutuhkan satu port untuk melakukan tugasnya (port 4569). Selain itu, berdasarkan penelitian yang telah penulis coba lakukan, juga membuktikan bahwa dari segi keamanan, protokol tersebut memiliki kemampuan lebih baik daripada protokol lainnya, karena dapat meningkatkan keamanan jaringan VoIP dari beberapa serangan cybercrime, antara lain eavesdropping dan IP spoofing. Itulah mengapa pada artikel ini, penulis langsung merujuk pada penggunaan protokol IAX, karena protokol tersebut telah terbukti memiliki peforma lebih baik daripada protokol signaling lainnya, yakni SIP dan H.323. Untuk dapat segera memanfaatkan layanan server VoIP, berikut langkah-langkah pembuatan akun user VoIP tersebut.

1) Pilih menu “Manual Configuration” dengan menggunakan protokol signaling “IAX”.



2) Silahkan isi identitas user seperti contoh berikut, sesuai dengan data yang telah terdaftar di dalam server VoIP. Catatan bahwa host yang dimaksud pada form ZoiPer berikut, adalah alamat IP dari server VoIP yang telah dilakukan setting sebelumnya.



3) Selanjutnya pilih menu "Audio Codec Settings", yang berada di paling bawah. Di dalam menu tersebut, pilih codec “GSM”, karena ia memiliki kualitas yang sama bagus dengan codec G.729, yang merupakan codec versi berbayar.



4) Berikut contoh panggilan yang berhasil dilakukan, menuju user dengan caller number 11523207.



Demikian langkah-langkah yang dilakukan, untuk membuat akun user pada softphone VoIP (ZoiPer). Jika ada penyampaian yang keliru, penulis mohon maaf. Jika perlu, silahkan mengirimkan kritik dan sarannya kepada penulis. Terima kasih sudah meluangkan waktunya untuk membaca artikel ini.

Catatan:
  • Protokol signaling adalah protokol yang berfungsi menjaga dan menjamin paket data dan suara yang terkirim, benar-benar sampai ke tujuan. Protokol ini yang mengatur seluruh operasi di dalam jaringan VoIP, sehingga antar pengguna VoIP dapat saling berkomunikasi satu sama lain, sedangkan protokol yang bertugas mengantarkan pesan berupa suara dan data ke alamat tujuan, disebut protokol transport.
  • Codec adalah teknologi yang berfungsi mengubah kode suara dari analog ke dalam kode digital. Codec sendiri merupakan singkatan dari compressor-decompressor. Dikembangkan untuk memampatkan suara, agar dapat menghemat penggunaan bandwidth, tanpa mengorbankan kualitas suara.

Related articles:


Sumber:
Farizqi, Yanuarika I.R. 2012. Studi Komparasi Kinerja VoIP, Menggunakan Protokol SIP Over RTP dan Protokol IAX2. Skripsi Sarjana FTI UII Yogyakarta: tidak diterbitkan.

Selasa, 22 Desember 2015

How to Build VoIP Server on Ubuntu 13.10

Assalamu'alaikum guys, di blog selanjutnya ini, penulis akan terlebih dahulu, mempublikasikan cara membangun server VoIP pada sistem operasi Ubuntu 13.10 (Saucy Salamander). Iso untuk sistem operasi tersebut, dapat diperoleh dari link berikut: Download Ubuntu 13.10. Pemilihan iso tergantung kebutuhan sistem Personal Computer yang dimiliki. Penulis sendiri menggunakan iso Ubuntu 13.10 versi desktop tipe 32 bit (ubuntu-13.10-desktop-i386.iso), untuk membangun server VoIP. Hal ini disesuaikan dengan kebutuhan PC yang penulis miliki. Berikut cara-cara yang perlu dilakukan untuk membangun server VoIP. Cara tersebut, dapat diterapkan melalui aplikasi virtual machine, seperti VirtualBox maupun VMWare.

1. Menyiapkan package utama yang dibutuhkan untuk pembangunan VoIP.
  • Asterisk, berfungsi sebagai file utama dalam instalasi VoIP.
  • Asterisk Addons, dibutuhkan ketika ingin menambahkan kemampuan Asterisk, seperti instalasi database MySQL atau mp3.
  • Asterisk Sound, package yang berfungsi mendukung kemampuan suara pada VoIP server.
  • Libpri, digunakan untuk primary rate, yakni standar interface telekomunikasi, yang digunakan untuk membawa beberapa suara dan transmisi data antar jaringan dan pengguna.
  • Libss7, berfungsi menghindari interferensi antar jaringan, dengan menggunakan sistem point to point, yang berjalan pada lapisan data link.
  • Dahdi, berfungsi sebagai timing pada VoIP server.
  • Mpg123, mendukung music on hold sebagai media player.

    File-file di atas dapat diunduh melalui link berikut: Download berkas Asterisk untuk Ubuntu 13.10. Untuk membuka file zip tersebut, dapat menggunakan perintah #unzip nama_file.zip.

2. Melakukan instalasi dari packages yang telah disebutkan di atas.
  • Perintah untuk instalasi package Asterisk
    # cd /usr/local/src
    # tar zxvf asterisk-13-current.tar.gz
    # cd asterisk-13.2.0
    # ./configure
    # make menuselect
    # make all
    # make
    # make install
    # make samples
  • Perintah untuk instalasi package Asterisk Addons
     # cd /usr/local/src
    # tar zxvf asterisk-addons-1.4.7.tar.gz
    # cd asterisk-addons-1.4.7
    # ./configure
    # make
    # make install
    # make samples
  • Perintah untuk instalasi package Asterisk Sound
    # cd /usr/local/src
    # tar zxvf asterisk-sounds-1.2.1.tar.gz
    # cd asterisk-sounds-1.2.1
    # make install
  • Perintah untuk instalasi package Libpri
    # cd /usr/local/src
    # tar zxvf libpri-1.4-current.tar.gz
    # cd libpri-1.4.15
    # make all
    # make install
  • Perintah untuk instalasi package Libss7
    # cd /usr/local/src
    # tar zxvf libss7-2.0-current.tar.gz
    # cd libss7-2.0.0
    # make
    # make install
  • Perintah untuk instalasi package Dahdi
    # cd /usr/local/src
    # tar zxvf dahdi-linux-complete-current.tar.gz
    # cd dahdi-linux-complete-2.10.0.1+2.10.0.1
    # make
    # make install
    # make config
  • Instalasi package Mpg123
    # cd /usr/local/src
    # tar jxvf mpg123-1.22.0.tar.bz2
    # cd mpg123-1.22.0
    # ./configure
    # make
    # make install

3. Melakukan pendaftaran user VoIP, melalui setting file iax.conf, yang terletak dalam folder /etc/asterisk. Untuk membukanya, ketikkan perintah #nano iax.conf, pada folder tersebut. Berikut perintah yang dapat ditambahkan di dalam baris terakhir dari file iax.conf.
 
   bindaddr=0.0.0.0
   disallow=all
   allow=gsm
   context=default ;default context for incoming call

   ;BEGIN 11523034
   [11523034]
   type=friend
   username=11523034
   secret=coba123
   host=dynamic
   callerid=Metri <11523034>
   context=users
   dtmfmode=rfc2833
   nat=yes
   canreinvite=no
   ;END 11523034

   ;BEGIN 11523046
   [11523046]
   type=friend
   username=11523046
   secret=coba123
   host=dynamic
   callerid=Puja <11523046>
   context=users
   dtmfmode=rfc2833
   nat=yes
   canreinvite=no
   ;END 11523046

   ;BEGIN 11523207
   [11523207]
   type=friend
   username=11523207
   secret=coba123
   host=dynamic
   callerid=Lulu <11523207>
   context=users
   dtmfmode=rfc2833
   nat=yes
   canreinvite=no
   ;END 11523207

   ;BEGIN 11523210
   [11523210]
   type=friend
   username=11523210
   secret=coba123
   host=dynamic
   callerid=Tio <11523210>
   context=users
   dtmfmode=rfc2833
   nat=yes
   canreinvite=no
   ;END 11523210

   ;BEGIN 11523261
   [11523261]
   type=friend
   username=11523261
   secret=coba123
   host=dynamic
   callerid=Prisma <11523261>
   context=users
   dtmfmode=rfc2833
   nat=yes
   canreinvite=no
   ;END 11523261

Setelah selesai ditambahkan sintaks baru pada file iax.conf, maka langkah selanjutnya adalah menyimpan file tersebut, dengan cara tekan "ctrl+x " kemudian tekan "Y" untuk memilih yes, dan "N" untuk memilih no.

4. Membuat aturan panggilan untuk masing-masing user di dalam file extensions.conf, yang juga terletak dalam folder /etc/asterisk. Untuk membukanya, ketikkan perintah #nano extensions.conf, pada folder tersebut. Berikut perintah yang dapat ditambahkan di dalam baris terakhir dari file extensions.conf.

  ; All Setting
  [users]
  exten => 11523034,1,Answer
  exten => 11523034,n,Log(NOTICE,"11523034 ACCOUNT")
  exten => 11523034,n,Dial(IAX2/11523034,120,Tt)
  exten => 11523034,n,Dial(IAX2/11523034)
  exten => 11523034,n,Hangup()
  exten => 11523034,1,Goto(11523046,1)
  exten => 11523034,1,Goto(11523207,1)
  exten => 11523034,1,Goto(11523210,1)
  exten => 11523034,1,Goto(11523261,1)

  exten => 11523046,1,Answer
  exten => 11523046,n,Log(NOTICE,"11523046 ACCOUNT")
  exten => 11523046,n,Dial(IAX2/11523046,120,Tt)
  exten => 11523046,n,Dial(IAX2/11523046)
  exten => 11523046,n,Hangup()
  exten => 11523046,1,Goto(11523034,1)
  exten => 11523046,1,Goto(11523207,1)
  exten => 11523046,1,Goto(11523210,1)
  exten => 11523046,1,Goto(11523261,1)

  exten => 11523207,1,Answer
  exten => 11523207,n,Log(NOTICE,"11523207 ACCOUNT")
  exten => 11523207,n,Dial(IAX2/11523207,120,Tt)
  exten => 11523207,n,Dial(IAX2/11523207)
  exten => 11523207,n,Hangup()
  exten => 11523207,1,Goto(11523034,1)
  exten => 11523207,1,Goto(11523046,1)
  exten => 11523207,1,Goto(11523210,1)
  exten => 11523207,1,Goto(11523261,1)

  exten => 11523210,1,Answer
  exten => 11523210,n,Log(NOTICE,"11523210 ACCOUNT")
  exten => 11523210,n,Dial(IAX2/11523210,120,Tt)
  exten => 11523210,n,Dial(IAX2/11523210)
  exten => 11523210,n,Hangup()
  exten => 11523210,1,Goto(11523034,1)
  exten => 11523210,1,Goto(11523046,1)
  exten => 11523210,1,Goto(11523207,1)
  exten => 11523210,1,Goto(11523261,1)

  exten => 11523261,1,Answer
  exten => 11523261,n,Log(NOTICE,"11523261 ACCOUNT")
  exten => 11523261,n,Dial(IAX2/11523261,120,Tt)
  exten => 11523261,n,Dial(IAX2/11523261)
  exten => 11523261,n,Hangup()
  exten => 11523261,1,Goto(11523034,1)
  exten => 11523261,1,Goto(11523046,1)
  exten => 11523261,1,Goto(11523207,1)
  exten => 11523261,1,Goto(11523210,1)

Setelah sintaks pengaturan panggilan selesai dibuat, maka file extensions.conf disimpan dengan cara yang sama seperti langkah sebelumnya. Nah sampai pada tahap ini, pembangunan server VoIP, telah selesai dilakukan. Akan tetapi jangan salah sangka dulu, langkah di atas memang terlihat simple. Memang sangat simple, jika sistem tidak meminta dependency package tambahan, untuk melengkapi package utama yang dibutuhkan. Jika yang terjadi sebaliknya, maka bersiap-siaplah untuk menyiapkan teh atau kopi sebagai teman bergadang anda guys. Hehe

5. Jika semua konfigurasi pembangunan server VoIP selesai dilakukan, maka langkah selanjutnya adalah membuat alamat IP yang akan dijadikan sebagai host server. Pengaturan alamat tersebut dapat dilakukan melalui CLI (text-terminal) ataupun GUI (grafis). Jika melalui CLI, maka langkah yang perlu dilakukan adalah, dengan mengetikkan perintah #nano /etc/network/interfaces. Kemudian beri tanda comment pada sintaks jaringan DHCP yang ada dalam folder tersebut, seperti contoh berikut:

#auto eth0
#iface eth0 inet dhcp

 Setelah itu, isikan sintaks di bawahnya, seperti ini:

auto eth0
iface eth0 inet static
address 172.16.2.3
netmask 255.255.255.0
gateway 172.16.2.1

*Pemilihan interface (contoh: eth0) bisa berbeda-beda setiap host-nya, karena tergantung admin bagaimana mengkonfigurasi sistem tersebut. 

Setelah sintaks di atas selesai dimasukkan, maka simpan pengaturan tersebut, dan kemudian restart jaringan dengan perintah #/etc/init.d/networking restart.

Kemudian jika pengaturan alamat IP dilakukan melalui GUI, maka perintah yang dapat digunakan adalah #nm-connection-editor, yang juga dijalankan melalui terminal ubuntu, namun hasil output berupa tampilan grafis.

6. Setelah alamat IP selesai dilakukan konfigurasi, maka langkah selanjutnya adalah mematikan sementara Asterisk, dengan perintah #asterisk -stop, untuk memastikan tidak ada sistem Asterisk yang akan mengganggu jalannya proses server VoIP nantinya. Jika hal tersebut telah dilakukan, maka Asterisk dapat dijalankan kembali dengan perintah #asterisk -r.

Berikut terdapat beberapa langkah yang dapat teman-teman gunakan, untuk mengantisipasi terjadinya tambahan permintaan package dan kesalahan install, selama proses instalasi berlangsung, yakni
1) Tambahan package, dapat diunduh melalui link berikut: Download package tambahan Asterisk. Jenis package yang diunduh, juga harus disesuaikan dengan tipe sistem operasi yang digunakan. Contoh perintah yang digunakan untuk instalasi package tersebut adalah #dpkg -i nama_aplikasi.deb.
2) Jangan lupa, untuk melakukan update data, bahkan sebelum proses instalasi package dimulai, dengan perintah #apt-get update. Hal ini berfungsi untuk membantu menjaga kestabilan sistem.
3) Jika terjadi kesalahan install, dapat menggunakan perintah berikut #apt-get install -f. Kemudian jika ingin menghapus package debian yang telah terinstal sekaligus menghapus konfigurasinya, dapat menggunakan perintah #apt-get remove –purge nama-aplikasi.
4) Seluruh aktivitas di atas, membutuhkan adanya koneksi internet. Jadi, apabila instalasi server VoIP dilakukan dalam aplikasi mesin virtual, maka jangan lupa untuk mengatur jaringan mesin tersebut dalam kondisi NAT (Network Address Translation) dan DHCP, agar mesin dapat menggunakan layanan internet yang terhubung dalam Personal Computer utama.

Demikian langkah-langkah yang diperlukan untuk membangun server VoIP. Penulis berharap, artikel ini dapat membantu teman-teman, dalam menghemat waktu yang dibutuhkan dalam membangun server VoIP, sebab pembangunan server tersebut bisa menjadi rumit, karena harus menyesuaikan paket dependensi yang tepat, agar sesuai dengan kebutuhan sistem.

Tambahan tentang VoIP:
Voice over Internet Protocol (VoIP) adalah salah satu teknologi komunikasi yang memanfaatkan jaringan IP (Internet Protocol) sebagai media transmisi data. Teknologi ini memberikan keuntungan komunikasi dengan biaya yang lebih murah, dimana komunikasi dapat dilakukan baik dengan voice call maupun video call. Dari keuntungan tersebut, maka banyak vendor yang menggunakan jasa VoIP, untuk meningkatkan kualitas jalannya bisnis mereka.

Related articles:

Kamis, 27 November 2014

Footprinting and Reconnaissance

Pengumpulan Tugas CEH

Cakupan:
Melakukan footprinting dan reconnaissance terhadap domain: uii.ac.id (202.162.37.148 ).

Sebelum hasil dari footprinting dan reconnaissance ditampilkan, maka akan dijelaskan terlebih dahulu pengertian dari kedua aktivitas tersebut.

Footprinting adalah langkah awal sebelum penyerang (attacker) melakukan penyerangan, yakni mengumpulkan informasi mengenai target, yang tujuannya adalah untuk merangkai apa yang ditemukan (blueprint dari suatu jaringan), sehingga ia mendapatkan gambaran yang jelas tentang sistem keamanan yang dimiliki target. Informasi yang ditampilkan dalam kegiatan ini, dapat berupa sejarah perusahaan, nama domain, VPN (Virtual Private Network) point, nomor telepon, nama orang-orang yang terkait di dalamnya, alamat email perusahaan, hubungan dengan perusahaan lain, lokasi perusahaan, topologi peta dan informasi penting lainnya.

Reconnaissance adalah tahap kegiatan dimana penyerang mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya mengenai target. Informasi yang ditampilkan dari hasil kegiatan ini adalah berupa network target: TCP (Transmission Control Protocol) / IP (Internet Protocol).

Baik footprinting maupun reconnaissance, keduanya sama-sama terbagi menjadi dua bagian, yakni untuk
Footprinting, ia terdiri dari:
1) Inner footprinting adalah kegiatan mencari informasi mengenai target, dimana pencarian tersebut dilakukan dalam satu jaringan, sehingga dapat dimungkinkan posisi penyerang berada dalam satu gedung dengan target.
2) Outer footprinting adalah kegiatan mencari informasi mengenai target, dimana pencarian informasi dilakukan di luar area jaringan dengan target, sehingga posisi penyerang jauh dari target.
Reconnaissance, terdiri dari:
1) Active reconnaissance adalah aktivitas pengumpulan data dengan bertatap muka langsung dengan target. Aktivitas tersebut dapat dilakukan baik secara fisik maupun non-fisik, seperti mengunjungi situs utama dari target.
2) Passive reconnaissance adalah aktivitas pengumpulan data melalui media perantara, seperti berita media masa televisi, radio, koran, maupun internet, dimana berita tersebut disajikan oleh pihak di luar target.

Perlu teman-teman ketahui, bahwa dalam melakukan footprinting dan reconnaissance ini,  ada beberapa tahapan yang lebih rinci yang dilakukan penyerang dalam melakukan penetration testing, yakni metode untuk mengevaluasi keamanan sistem komputer atau jaringan, dengan melakukan simuasi serangan dari sumber yang berbahaya. Tujuannya adalah untuk mengetahui kelemahan dari suatu sistem, dimana hal ini menjadi penting untuk dilakukan, karena ada bagian dari perusahaan yang sangat perlu untuk dilindungi, yakni informasi aset dari perusahaan itu sendiri.

Tahapan lebih rinci yang dimaksud adalah adanya pembagian yang lebih spesifik dari langkah footprinting dan reconnaissance, yakni
1) Information Gathering adalah langkah mengumpulkan informasi secara umum mengenai target, seperti informasi administrasi dari suatu perusahaan, alamat perusahaan berada, nomor telepon perusahaan, alamat email perusahaan dan lain sebagainya. Contoh tools yang digunakan untuk melakukan langkah ini adalah perintah ping, whois dan dnsmap pada terminal, dapat pula menggunakan aplikasi maltego untuk melakukan capture terhadap arsitektur jaringan pada target, serta dengan menggunakan browser mantra dari perusahaan OWASP Mantra. Dengan browser mantra ini, penyerang akan dapat mengetahui informasi target secara lebih mendetail, yakni terkait sistem operasi, web server, dan sistem manajemen konten yang digunakan apa, serta informasi traceroute, dan informasi lainnya mengenai target.

2) Service Enumeration adalah tahapan kelanjutan dari information gathering. Dengan langkah ini, kita dapat mengetahui kondisi target dan layanan port apa saja yang sedang terbuka. Untuk mengimplementasikannya, kita dapat melakukannya dengan memberikan perintah nmap biasa pada terminal, contoh: nmap (alamat ip), dan dapat pula dengan mengakses menu "pr > Enumeration > Netcraft - Site Report" pada browser mantra di pojok kanan bawah. Menu tersebut invisible/tidak terlihat. Baru akan terlihat, ketika kursor diarahkan ke pojok kanan bawah browser.

3) Vulnerability Assesment awal adalah tahap dimana penyerang mencari celah dari komputer target, dengan tujuan memperoleh informasi target secara lebih mendetail, terkait informasi port yang terbuka, nama service dari port tersebut, jumlah hop, dan mengetahui celah yang disarankan sistem attacker untuk masuk ke dalam sistem target. Langkah ini dapat dilakukan dengan melakukan nmap lebih mendalam, contoh: nmap -T4 -Pn -v -A (alamat ip).

Berikut adalah langkah-langkah yang dilakukan untuk melakukan footprinting dan reconnaissance pada domain uii.ac.id:
1) Mengirimkan file ICMP (Internet Control Message Protocol), untuk mengetahui apakah PC (Personal Computer) kita telah terhubung dengan target atau belum. Cara ini sangat sederhana, yakni dengan melakukan ping ke target.

#ping uii.ac.id


#ping 202.162.37.148



2) Mencari informasi target dengan perintah whois.


Berikut adalah hasil informasi yang diperoleh dari perintah whois:

% [whois.apnic.net]
% Whois data copyright terms    http://www.apnic.net/db/dbcopyright.html

% Information related to '202.162.32.0 - 202.162.47.255'

inetnum:        202.162.32.0 - 202.162.47.255
netname:        UIINET-ID
descr:          PT Global Prima Utama
descr:          Internet Service Provider
descr:          Jl Cik Di Tiro 1 Yogyakarta
country:        ID
admin-c:        UH11-AP
tech-c:         UH11-AP
mnt-by:         MNT-APJII-ID
mnt-lower:      MAINT-ID-UIINET
changed:        hostmaster@apjii.or.id 20020930
changed:        hostmaster@apjii.or.id 20021231
changed:        hostmaster@apjii.or.id 20031024
status:         ALLOCATED PORTABLE
remarks:        spam and abuse report : abuse@apjii.or.id, abuse@uii.net.id
source:         APNIC

person:         UIInet Hostmaster
address:        Jl Cik Di Tiro 1, UII Building
address:        Yogyakarta Indonesia
country:        ID
phone:          +62-274-555888
fax-no:         +62-274-580821
e-mail:         hostmaster@uii.net.id
nic-hdl:        UH11-AP
mnt-by:         MAINT-ID-UIINET
changed:        hostmaster@uii.net.id 20020208
source:         APNIC

% Information related to '202.162.37.0/24AS17996'

route:          202.162.37.0/24
descr:          PT Global Prima Utama
descr:          Internet Service Provider
descr:          Jl Cik Di Tiro 1 Yogyakarta
country:        ID
origin:         AS17996
mnt-by:         MAINT-ID-UIINET
changed:        hostmaster@apjii.or.id 20030203
source:         APNIC

% This query was served by the APNIC Whois Service version 1.69.1-APNICv1r0 (WHOIS1)


3) Mencari informasi target dengan dnsmap.


Berikut adalah hasil informasi yang diperoleh dari perintah dnsmap:

dnsmap 0.30 - DNS Network Mapper by pagvac (gnucitizen.org)

[+] warning: domain might use wildcards. 118.98.96.151 will be ignored from results
[+] searching (sub)domains for uii.ac.id using built-in wordlist
[+] using maximum random delay of 10 millisecond(s) between requests


accounting.uii.ac.id
IP address #1: 202.162.37.164

admin.uii.ac.id
IP address #1: 202.162.34.52

bi.uii.ac.id
IP address #1: 202.162.37.147

bp.uii.ac.id
IP address #1: 202.162.37.164

bw.uii.ac.id
IP address #1: 202.162.34.29

download.uii.ac.id
IP address #1: 202.162.37.148

ee.uii.ac.id
IP address #1: 202.162.37.164

en.uii.ac.id
IP address #1: 202.162.37.164

fe.uii.ac.id
IP address #1: 202.162.37.164

fh.uii.ac.id
IP address #1: 202.162.37.164

finance.uii.ac.id
IP address #1: 202.162.37.164

fk.uii.ac.id
IP address #1: 202.162.37.164

forum.uii.ac.id
IP address #1: 202.162.37.148

ftp.uii.ac.id
IP address #1: 202.162.37.148

helpdesk.uii.ac.id
IP address #1: 202.162.37.147

hw.uii.ac.id
IP address #1: 202.162.37.164

id.uii.ac.id
IP address #1: 202.162.37.164

imap.uii.ac.id
IP address #1: 202.162.37.77

io.uii.ac.id
IP address #1: 202.162.34.29

ip.uii.ac.id
IP address #1: 202.162.37.164

ir.uii.ac.id
IP address #1: 202.162.37.164

kp.uii.ac.id
IP address #1: 202.162.37.164

lab.uii.ac.id
IP address #1: 202.162.37.164

library.uii.ac.id
IP address #1: 202.162.37.164

localhost.uii.ac.id
IP address #1: 127.0.0.1
[+] warning: domain might be vulnerable to “same site” scripting (http://snipurl.com/etbcv)

mail.uii.ac.id
IP address #1: 202.162.37.77

me.uii.ac.id
IP address #1: 202.162.37.148

mh.uii.ac.id
IP address #1: 202.162.34.29

mm.uii.ac.id
IP address #1: 202.162.34.29

moodle.uii.ac.id
IP address #1: 202.162.37.147

mx.uii.ac.id
IP address #1: 202.162.34.29

mysql.uii.ac.id
IP address #1: 202.162.37.147

news.uii.ac.id
IP address #1: 202.162.37.164

pop3.uii.ac.id
IP address #1: 202.162.37.77

portal.uii.ac.id
IP address #1: 202.162.37.147

proxy.uii.ac.id
IP address #1: 202.162.37.147

server.uii.ac.id
IP address #1: 202.162.37.147

smtp.uii.ac.id
IP address #1: 202.162.37.77

staff.uii.ac.id
IP address #1: 202.162.37.148

support.uii.ac.id
IP address #1: 202.162.37.147

tv.uii.ac.id
IP address #1: 202.162.37.164

webmail.uii.ac.id
IP address #1: 202.162.37.77

www.uii.ac.id
IP address #1: 202.162.37.148

] 43 (sub)domains and 43 IP address(es) found
[
completion time: 58 second(s)

4) Informasi yang diperoleh dari aplikasi maltego:
a. Arsitektur jaringan uii.ac.id.


b. Informasi alamat email admin uii.ac.id.



c. Dari informasi email tersebut, diketahui nama asli dari administrator uii.ac.id, dan dari langkah ini, dapat ditemukan akun twitter, facebook, dan foto dari admin tersebut.

 








d. Alamat email resmi ini: kusprayitna@staff.uii.ac.id, dapat digunakan pula untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai website staff.uii.ac.id. Dari langkah ini, penulis menemukan nama salah satu staf yang bekerja di bagian BSI (Badan Sistem Informasi) UII.




e. Berikut biodata dari salah satu staf BSI UII, yang penulis dapatkan dari blog beliau (http://endromustofa.staff.uii.ac.id/contact-person/):


f. Selain blog di atas, informasi yang penulis dapatkan mengenai Staf UII Endro Mustofa ini, penulis dapatkan pula dari blog tulodho.com. Berikut isi informasi mengenai beliau, yang penulis dapatkan dengan memberikan perintah whois pada alamat blog tersebut.


Isi informasi yang dihasilkan dari perintah di atas:

Whois Server Version 2.0

Domain names in the .com and .net domains can now be registered
with many different competing registrars. Go to http://www.internic.net
for detailed information.

   Domain Name: TULODHO.COM
   Registrar: NETEARTH ONE INC. D/B/A NETEARTH
   Whois Server: whois.advancedregistrar.com
   Referral URL: http://www.advancedregistrar.com
   Name Server: NS1.RUMAHOSTING.COM
   Name Server: NS2.RUMAHOSTING.COM
   Status: clientTransferProhibited
   Updated Date: 28-aug-2014
   Creation Date: 28-aug-2014
   Expiration Date: 28-aug-2015

>>> Last update of whois database: Fri, 28 Nov 2014 06:33:56 GMT <<<

NOTICE: The expiration date displayed in this record is the date the
registrar's sponsorship of the domain name registration in the registry is
currently set to expire. This date does not necessarily reflect the expiration
date of the domain name registrant's agreement with the sponsoring
registrar.  Users may consult the sponsoring registrar's Whois database to
view the registrar's reported date of expiration for this registration.

TERMS OF USE: You are not authorized to access or query our Whois
database through the use of electronic processes that are high-volume and
automated except as reasonably necessary to register domain names or
modify existing registrations; the Data in VeriSign Global Registry
Services' ("VeriSign") Whois database is provided by VeriSign for
information purposes only, and to assist persons in obtaining information
about or related to a domain name registration record. VeriSign does not
guarantee its accuracy. By submitting a Whois query, you agree to abide
by the following terms of use: You agree that you may use this Data only
for lawful purposes and that under no circumstances will you use this Data
to: (1) allow, enable, or otherwise support the transmission of mass
unsolicited, commercial advertising or solicitations via e-mail, telephone,
or facsimile; or (2) enable high volume, automated, electronic processes
that apply to VeriSign (or its computer systems). The compilation,
repackaging, dissemination or other use of this Data is expressly
prohibited without the prior written consent of VeriSign. You agree not to
use electronic processes that are automated and high-volume to access or
query the Whois database except as reasonably necessary to register
domain names or modify existing registrations. VeriSign reserves the right
to restrict your access to the Whois database in its sole discretion to ensure
operational stability.  VeriSign may restrict or terminate your access to the
Whois database for failure to abide by these terms of use. VeriSign
reserves the right to modify these terms at any time.

The Registry database contains ONLY .COM, .NET, .EDU domains and
Registrars.
Domain Name: TULODHO.COM
Registry Domain ID:
Registrar WHOIS Server: whois.netearthone.com
Registrar URL:
Updated Date: 2014-10-28T02:17:16Z
Creation Date: 2014-08-28T07:19:29Z
Registrar Registration Expiration Date: 2015-08-28T07:19:29Z
Registrar: NetEarth One, Inc.
Registrar IANA ID: 1005
Registrar Abuse Contact Email:
Registrar Abuse Contact Phone:
Domain Status: clientTransferProhibited
Registry Registrant ID:
Registrant Name: Endro Mustofa
Registrant Organization: N/A
Registrant Street: Karangnongko Sumberejo 
Registrant City: Klaten
Registrant State/Province: Jawa Tengah
Registrant Postal Code: 57422
Registrant Country: ID
Registrant Phone: +62.081392214543
Registrant Phone Ext:
Registrant Fax:
Registrant Fax Ext:
Registrant Email: endro_mustofa@yahoo.com
Registry Admin ID:
Admin Name: Endro Mustofa
Admin Organization: N/A
Admin Street: Karangnongko Sumberejo
Admin City: Klaten
Admin State/Province: Jawa Tengah
Admin Postal Code: 57422
Admin Country: ID
Admin Phone: +62.081392214543
Admin Phone Ext:
Admin Fax:
Admin Fax Ext:
Admin Email: endro_mustofa@yahoo.com
Registry Tech ID:
Tech Name: Endro Mustofa
Tech Organization: N/A
Tech Street: Karangnongko Sumberejo
Tech City: Klaten
Tech State/Province: Jawa Tengah
Tech Postal Code: 57422
Tech Country: ID
Tech Phone: +62.081392214543
Tech Phone Ext:
Tech Fax:
Tech Fax Ext:
Tech Email: endro_mustofa@yahoo.com
Name Server: ns1.rumahosting.com
Name Server: ns2.rumahosting.com
DNSSEC:Unsigned
URL of the ICANN WHOIS Data Problem Reporting System:
http://wdprs.internic.net/
>>>Last update of WHOIS database: 2014-11-28T06:34:32+0000Z<<<

Registration Service Provided By: RUMAH HOSTING

The data in this whois database is provided to you for information purposes
only, that is, to assist you in obtaining information about or related to a
domain name registration record. We make this information available "as is",
and do not guarantee its accuracy. By submitting a whois query, you agree
that you will use this data only for lawful purposes and that, under no
circumstances will you use this data to:
(1) enable high volume, automated, electronic processes that stress or load
this whois database system providing you this information; or
(2) allow, enable, or otherwise support the transmission of mass unsolicited,
commercial advertising or solicitations via direct mail, electronic mail, or
by telephone.
The compilation, repackaging, dissemination or other use of this data is
expressly prohibited without prior written consent from us. The Registrar of
record is NetEarth One, Inc..
We reserve the right to modify these terms at any time.
By submitting this query, you agree to abide by these terms.

5) Mencari informasi target yang didapat dari browser mantra. Pertama, panggil browser tersebut melalui perintah owasp-mantra-ff pada terminal.


Selanjutnya, gunakan tools yang ada pada browser mantra untuk mencari informasi lebih lanjut mengenai target. 

Berikut adalah hasil informasi yang diperoleh melalui browser mantra:

a. Alamat IP, CMS (Content Management System), dan web server.


b. Traceroute yang dilalui domain uii.ac.id. Sebelumnya arahkan kursor ke pojok kanan bawah. Kemudian pilih menu "pr".


Berikut informasi traceroute uii.ac.id:


c. Masih di menu yang sama ("pr"), kita dapat mencari informasi mengenai lokasi universitas, nomor admin, dan lain-lain, dengan menggunakan whois domain.

Whois query for uii.ac.id...

Results returned from whois.pandi.or.id:
Domain ID:PANDI-DO227785
Domain Name:UII.AC.ID
Created On:18-May-1995 13:32:26 UTC
Last Updated On:16-Sep-2014 08:27:02 UTC
Expiration Date:01-Oct-2016 23:59:59 UTC
Status:clientTransferProhibited
Status:serverTransferProhibited
Registrant ID:01190626g31
Registrant Name:Trisna Samodra
Registrant Organization:personal
Registrant Street1:Gd Prabuningrat UII kampus terpadu
Registrant Street2:Jl Kaliurang Km 14.4
Registrant City:Yogyakarta
Registrant State/Province:DIY
Registrant Postal Code:55584
Registrant Country:ID
Registrant Phone:62.274898444

Registrant FAX:
62.274898444
Registrant Email:trisna@uii.ac.id
Admin ID:01190626g31
Admin Name:Trisna Samodra
Admin Organization:personal
Admin Street1:Gd Prabuningrat UII kampus terpadu
Admin Street2:Jl Kaliurang Km 14.4
Admin City:Yogyakarta
Admin State/Province:DIY
Admin Postal Code:55584
Admin Country:ID
Admin Phone:
62.274898444Admin FAX:
62.274898444
Admin Email:trisna@uii.ac.id
Tech ID:01190626g31
Tech Name:Trisna Samodra
Tech Organization:personal
Tech Street1:Gd Prabuningrat UII kampus terpadu
Tech Street2:Jl Kaliurang Km 14.4
Tech City:Yogyakarta
Tech State/Province:DIY
Tech Postal Code:55584
Tech Country:ID
Tech Phone:
62.274898444Tech FAX:
62.274898444
Tech Email:trisna@uii.ac.id
Billing ID:01190626g31
Billing Name:Trisna Samodra
Billing Organization:personal
Billing Street1:Gd Prabuningrat UII kampus terpadu
Billing Street2:Jl Kaliurang Km 14.4
Billing City:Yogyakarta
Billing State/Province:DIY
Billing Postal Code:55584
Billing Country:ID
Billing Phone:
62.274898444Billing FAX:
62.274898444
Billing Email:trisna@uii.ac.id
Sponsoring Registrar ID:digitalreg
Sponsoring Registrar Organization:Digital Registra
Sponsoring Registrar Postal Code:55281
Sponsoring Registrar Country:ID
Sponsoring Registrar Phone:0274882257
Name Server:SVR1.UII.AC.ID
Name Server:SVR2.UII.AC.ID DNSSEC:Unsigned

c. Informasi mengenai pembaruan sistem operasi dan web server yang digunakan, melalui tool netcraft yang dapat diakses dari menu yang sama, yakni "pr" pada browser mantra.


6) Kita dapat pula melakukan pencarian di luar website uii, melalui mensin pencari seperti Google. Dari langkah ini, penulis memperoleh informasi file robots.txt yang didapat dari alamat URL: http://uii.ac.id/robots.txt.


7) Selain itu, pencarian dapat dilanjutkan dengan melakukan nmap biasa pada target, dengan tujuan untuk mengetahui apakah komputer target masih hidup atau tidak, dan mengetahui standar layanan port apa saja yang sedang terbuka.
   

8) Selanjutnya, kita dapat menggali informasi lebih mendetail mengenai domain uii.ac.id, untuk mengetahui port yang terbuka apa saja, service yang digunakan port tersebut apa, berapa hop yang dilalui oleh domain tersebut, serta mengetahui celah apa yang dapat digunakan untuk masuk ke dalam sistem target. Langkah ini dapat kita lakukan dengan menuliskan perintah nmap yang lebih lengkap.


Berikut isi informasi dari perintah nmap di atas:

Starting Nmap 6.47 ( http://nmap.org ) at 2014-11-05 22:41 CST NSE: Loaded 118 scripts for scanning. NSE: Script Pre-scanning.
Initiating Ping Scan at 22:41
Scanning uii.ac.id (202.162.37.148) [4 ports]
Completed Ping Scan at 22:41, 0.13s elapsed (1 total hosts)
Initiating Parallel DNS resolution of 1 host. at 22:41
Completed Parallel DNS resolution of 1 host. at 22:41, 0.15s elapsed
Initiating SYN Stealth Scan at 22:41
Scanning uii.ac.id (202.162.37.148) [1000 ports]
Discovered open port 21/tcp on 202.162.37.148
Discovered open port 443/tcp on 202.162.37.148
Discovered open port 80/tcp on 202.162.37.148
Discovered open port 53/tcp on 202.162.37.148
Completed SYN Stealth Scan at 22:41, 4.93s elapsed (1000 total ports)
Initiating Service scan at 22:41
Scanning 4 services on uii.ac.id (202.162.37.148)
Completed Service scan at 22:41, 11.83s elapsed (4 services on 1 host)
Initiating OS detection (try #1) against uii.ac.id (202.162.37.148)
Retrying OS detection (try #2) against uii.ac.id (202.162.37.148)
Initiating Traceroute at 22:41
Completed Traceroute at 22:41, 9.04s elapsed
Initiating Parallel DNS resolution of 5 hosts. at 22:41
Completed Parallel DNS resolution of 5 hosts. at 22:41, 0.22s elapsed
NSE: Script scanning 202.162.37.148.
Initiating NSE at 22:41
NSE Timing: About 60.00% done; ETC: 22:43 (0:00:30 remaining)
Completed NSE at 22:44, 144.62s elapsed
Nmap scan report for uii.ac.id (202.162.37.148)
Host is up (0.030s latency).
rDNS record for 202.162.37.148: 202.162.37.148-static.reverse.uii.net.id
Not shown: 995 filtered ports
PORT STATE SERVICE VERSION
20/tcp closed ftp-data
21/tcp open ftp ProFTPD
|ftp-anon: ERROR: Script execution failed (use -d to debug)
|ftp-bounce: no banner
53/tcp open domain MikroTik RouterOS named or OpenDNS Updater
80/tcp open http Apache httpd 2.0.64 ((Unix) mod_ssl/2.0.64 OpenSSL/0.9.8e-fips-rhel5 mod_auth_passthrough/2.1 mod_bwlimited/1.4 FrontPage/5.0.2.2635 PHP/5.2.17)
443/tcp open ssl/http Apache httpd 2.0.64 ((Unix) mod_ssl/2.0.64 OpenSSL/0.9.8e-fips-rhel5 mod_auth
passthrough/2.1 mod
bwlimited/1.4 FrontPage/5.0.2.2635 PHP/5.2.17)
Aggressive OS guesses: Linux 2.6.9 – 2.6.21 (94%), OpenWrt White Russian 0.9 (Linux 2.4.30) (92%), OpenWrt 0.9 – 7.09 (Linux 2.4.30 – 2.4.34) (92%), OpenWrt Kamikaze 7.09 (Linux 2.6.22) (92%), Linux 2.4.18 (92%), Linux 2.6.18 (89%), OpenWrt Kamikaze 7.09 (Linux 2.6.17 – 2.6.32) (89%), Asus RT-AC66U router (Linux 2.6) (89%), Asus RT-N16 WAP (Linux 2.6) (89%), Asus RT-N66U WAP (Linux 2.6) (89%)
No exact OS matches for host (test conditions non-ideal).
TCP Sequence Prediction: Difficulty=263 (Good luck!)
IP ID Sequence Generation: All zeros

TRACEROUTE (using port 20/tcp) HOP RTT ADDRESS
1 16.18 ms superhotspot.co.id (192.168.2.1)
2 19.00 ms 197.sub149.pika.net.id (110.76.149.197)
3 35.98 ms uii.openixp.net (218.100.27.189)
4 20.34 ms 202.162.38.134-static.reverse.uii.net.id (202.162.38.134)
5 23.96 ms 202.162.38.2-static.reverse.uii.net.id (202.162.38.2)
6 … 30

NSE: Script Post-scanning.
Read data files from: /usr/bin/../share/nmap
OS and Service detection performed. Please report any incorrect results at http://nmap.org/submit/ .
Nmap done: 1 IP address (1 host up) scanned in 176.44 seconds
Raw packets sent: 2128 (97.028KB) | Rcvd: 48 (3.332KB)

 
Demikian penjelasan mengenai tahapan footprinting dan reconnaissance dalam aktivitas penetration testing. Jika ada penyampaian yang keliru, mohon untuk diingatkan. Terima kasih.

Sumber:
http://indraphing.blogspot.com/2011/03/footprinting.html
http://octovensapurba.blogspot.com/2012/07/footprinting-hacking-from-z-to-a.html
http://go-orion.blogspot.com/2008/11/sekilas-tentang-ethical-hacking_17.html
http://edysusanto.com/reconnaissance-footprinting/
http://indraphing.blogspot.com/2011/03/footprinting.html
http://www.binushacker.net/hacking-penetration-testing-concept.html