Tampilkan postingan dengan label Network. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Network. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Mei 2025

How to install WAF on Ubuntu 22.04

Halo Guys, pada artikel kali ini, mari kita belajar bersama cara menginstal Web Application Firewall (WAF) di server Ubuntu 22.04. WAF adalah sistem keamanan yang melindungi aplikasi web dari berbagai serangan berbasis HTTP/HTTPS, antara lain:
- SQL Injection
- Cross-Site Scripting (XSS)
- Path Traversal
- dan berbagai exploit lain yang menyerang celah pada aplikasi web

WAF bekerja dengan memfilter setiap permintaan yang masuk ke aplikasi web. Ia menganalisis berbagai komponen dalam HTTP request, seperti URL, header, body, dan cookie. Jika ditemukan indikasi ancaman atau pola serangan, WAF akan memblokir atau memodifikasi permintaan tersebut sebelum mencapai server.

Untuk langkah instalasinya, saya mengacu pada tutorial dari website ini Link referensi .
so guys, yuk mari kita coba

1. Sewa Virtual Private Server (VPS) OS Ubuntu 22.04 dengan spesifikasi minimal CPU 1 Core, RAM 2 GB, dan Disk 5 GB. Berikut contoh Provider Cloud Hosting yang menyediakan jasa tersebutSewa VPS Linux - Kenceng Solusindo

2.  Apabila proses pembayaran sewa VPS berhasil dan status server 'Aktif', maka lakukan 'Start' VPS untuk menghidupkan server.


3.  Akses VPS menggunakan aplikasi terminal emulator (Contoh: PuTTY). Jika belum memiliki aplikasinya dapat mengunduhnya melalui link ini: Link download PuTTY.

4. Login menggunakan username dan password yang telah dibagikan oleh pihak Provider Cloud. Selanjutnya, ubah password agar mudah diingat menjadi minimal 8 karakter yang terdiri dari kombinasi huruf kapital, huruf kecil, angka, dan simbol. Command untuk ubah password: passwd root

5. Setelah berhasil masuk ke dalam VPS, pastikan jenis sistem operasi dan ukuran CPU-RAM-Storage yang disewa sesuai.
1) Command cek jenis OS: cat /etc/*release


2) Command cek ukuran CPU: cat /proc/cpuinfo


3) Command cek ukuran RAM: free -h 


4) Command cek ukuran Storage: df -h 

6. Sebelum melakukan proses instalasi WAF, perlu dilakukan update library dan pengaturan sinkronisasi waktu terlebih dahulu untuk memastikan sistem dalam kondisi terbaru dan waktu server akurat, sehingga menghindari potensi error selama instalasi dan operasional WAF.
1) sudo apt update && sudo apt upgrade -y


2) sudo timedatectl set-timezone Asia/Jakarta. Kemudian ketik command timedatectl untuk cek hasil konfigurasi waktunya.

7. Instal Docker dengan versi minimal 28.1.1. Tujuan instalasi ini adalah untuk menjalankan WAF dalam lingkungan terisolasi yang portabel, mudah dikelola, dan skalabel. Berikut langkah instalasinya:
1) Tambahkan Docker’s official GPG key, kemudian tambahkan repository docker ke Apt sources.
sudo apt-get update

sudo apt-get install ca-certificates curl

sudo install -m 0755 -d /etc/apt/keyrings
● Copy-paste command berikut:
sudo curl -fsSL https://download.docker.com/linux/ubuntu/gpg -o /etc/apt/keyrings/docker.asc
sudo chmod a+r /etc/apt/keyrings/docker.asc
● echo \
  "deb [arch=$(dpkg --print-architecture) signed-by=/etc/apt/keyrings/docker.asc] https://download.docker.com/linux/ubuntu \
  $(. /etc/os-release && echo "$VERSION_CODENAME") stable" | \
  sudo tee /etc/apt/sources.list.d/docker.list > /dev/null


● sudo apt-get update

2) Mulai instal docker versi 28.1.1 atau versi terbaru: sudo apt-get install -y docker-ce docker-ce-cli containerd.io docker-buildx-plugin docker-compose-plugin


3) Jalankan layanan docker secara otomatis.
sudo systemctl enable docker.service
● sudo systemctl enable containerd.service



4) Periksa versi docker yang telah terinstall: docker -v

8. Instal SafeLine WAF, merupakan tipe WAF open-source yang dapat digunakan untuk melindungi aplikasi web dari berbagai ancaman keamanan. Berikut langkah instalasinya:
1) Jalankan script automatic Deploy berikut: bash -c "$(curl -fsSLk https://waf.chaitin.com/release/latest/manager.sh)" -- --en. Kemudian ketik angka '1' untuk mulai proses instalasi SafeLine WAF. 


2) Simpan konfigurasi SafeLine WAF di dalam lokasi default, yaitu /data/safeline dengan menekan enter pada keyboard untuk setuju dengan opsi default tersebut.



3) Reboot server dengan command reboot.
4) Cek status layanan SafeLine WAF: docker ps


5) Cek dashboard SafeLine WAF melalui salah satu browser, misal Microsoft Edge pada Laptop/PC yang terhubung dengan jaringan internet. Turunkan keamanan browser agar panel SafeLine WAF yang belum terpasang SSL, tetap dapat diakses oleh user Admin. 


6) Berikut tampilan dashboard SafeLine WAF yang telah berhasil terinstal. Akses ke dashboard tersebut menggunakan alamat URL, port, dan password login yang terinfo dari hasil instalasi SafeLine WAF pada tahap sebelumnya (https://103.133.x.x:9443/).



7) Pada tahapan ini instalasi SafeLine WAF sudah selesai dan siap digunakan. 

9. Melakukan konfigurasi SafeLine WAF untuk proteksi aplikasi/website, dengan cara berikut:
1) Menambahkan alamat IP/domain server Apache, dimana pada artikel ini, service tersebut saya pasang di tempat yang sama dengan server WAF berada, yaitu 103.133.x.x dengan port custom 8080


2) Menambahkan alamat IP/domain blog saya (https://greenteaslash.blogspot.com/).


3) Menentukan konfigurasi keamanan pada masing-masing aplikasi/website di atas sesuai kebutuhan. Kemudian simpan hasil konfigurasi tersebut.

10. Tunggu beberapa menit setelah konfigurasi WAF selesai dilakukan. Kemudian cek log akses dari masing-masing aplikasi/website yang telah terdaftar pada langkah sebelumnya.
1) Berikut tampilan log akses pada server aplikasi Apache (103.133.x.x:8080). Dari log tersebut, dapat diketahui bahwa terdapat serangan dari berbagai IP yang memanfaatkan percobaan akses ke endpoint sensitif seperti /boaform/admin/formLogin, /.env, dan /.git/config, serta percobaan koneksi tidak valid atau serangan protokol (dengan payload tidak standar). Serangan tersebut berhasil diblokir oleh WAF dengan kode respons 468 pada port 80 (HTTP). 


2) Berikut tampilan log akses pada blog saya (https://greenteaslash.blogspot.com/). Dari log akses tersebut, dapat diketahui bahwa terdapat attacker yang mencoba melakukan serangan dengan payload TLS/SSL tidak valid atau handshake yang gagal. Semua percobaan tersebut berhasil diblokir oleh WAF dengan respons kode 400 pada port 443 (HTTPS).


Demikian artikel ini saya sampaikan, semoga bermanfaat.
Thanks.


Referensi:
https://www.awanservers.com/cara-mudah-install-safeline-waf-di-ubuntu-server/

Senin, 26 Desember 2022

SAN Switch Commands

alishow

bcastshow

cfgactvshow

cfgshow

chassisshow

configshow

datatypeshow

dbgshow

diagshow

errmoduleshow

fabricshow

fabstatsshow

fanshow

fdmishow

firmwarekeyshow

fspfshow

historylastshow

historyshow

ifmodeshow

ipaddrshow

licenseidshow

licenseshow

memshow

minispropshow

mscapabilityshow

nbrstateshow

nsaliasshow

nsallshow

nsshow

portbuffershow

portcfgshow

portenccompshow

porterrshow

portflagsshow

portlogconfigshow

portlogeventshow

portswapshow

porttestshow

psshow

secglobalshow

secstatsshow

sensorshow

sfpshow

supportshowcfgshow 

switchshow

switchstatuspolicyshow 

switchstatusshow 

syslogdipshow 

tempshow

topologyshow

trackchangesshow 

urouteshow

zoneshow

supportshow

=================================

ipaddrshow 

licenseidshow 

licenseshow 

memshow 

sensorshow 

sfpshow 

switchstatuspolicyshow

syslogdipshow

tempshow

topologyshow

trackchangesshow

urouteshow 

zoneshow 

psshow 

=============================

porterrshow : Cek CRC Error

switchshow : Cek Status Port

portperfshow [No. Port] : Cek Performa Port, Sample: portperfshow 3

portstatsshow 3 [No. Port] : Cek Status Port, portstatsshow 3

chassisshow : Cek Serial Number Perangkat

licenseshow : Cek Lisensi 

portstatsclear (No. Port: 12) : clear CRC Error status

Version : Cek Model Perangkat

uptime 

firmwareshow

portstatsshow

switchstatusshow

portcfgshow

portshow

switchname

supportshow: collect all log


Minggu, 25 September 2016

How to Add Network Adapter on Windows 7

Hai guys, pada artikel selanjutnya ini, penulis akan menunjukkan cara bagaimana menambah network adapter pada Windows 7. Artikel ini adalah kelanjutan dari artikel sebelumnya, yang berisikan materi tentang cara menghubungkan jaringan internet, dari PC virtual machine (RedHat Server) ke jaringan internet yang telah terpasang pada PC utama (Windows 7). Nah, untuk mengatur jaringan seperti pada contoh blog tersebut, maka perlu dibuat network adapter terlebih dahulu pada PC utama, yang kemudian adapter tersebutlah yang akan digunakan oleh PC virtual machine, dapat terhubung dengan jaringan yang digunakan oleh PC utama. Berikut cara membuat network adapter tersebut.
1. Klik kanan pada menu Computer, dan kemudian pilih submenu Manage.


2. Selanjutnya, pilih menu Device Manager>Network Adapters.


3. Setelah itu, pilih menu Action di pojok kiri atas, dan kemudian pilih submenu Add legacy hardware di dalamnya, untuk menambah hardware (network adapter).


4. Dari langkah sebelumnya tersebut, muncul tampilan Welcome to the Add Hardware Wizard. Tekan next untuk melanjutkan instalasi hardware.


5. Cheklist bagian "Install the hardware that manually......." . Ini adalah langkah untuk menambahkan hardware secara manual.


6. Pilih tipe hardware yang ingin dilakukan instalasi.


7. Setelah itu, pilih vendor penyedia adapter yang ada, dan tentukan jenis adapter yang ingin digunakan. Dalam contoh blog ini, penulis menggunakan jenis network adapter: VirtualBox Host-Only Ethernet Adapter, yang berasal dari Manufacturer: Oracle Corporation.


8. Klik Next,  dan hardware siap untuk melakukan proses instalasi.


9. Berikut hasil dari proses penambahan network adapter pada Windows 7.


Demikian artikel yang dapat penulis sampaikan. Mohon maaf jika ada penyampaian yang keliru. Terima kasih, semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih.

Related articles:


Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=s4PrqOfJRgs

Minggu, 18 September 2016

How to Connect Internet by DNS Client on RedHat Server

Assalamu'alaikum guys, dalam artikel selanjutnya ini, penulis akan mencoba menjajaki ranah sistem operasi yang berbeda, yakni Sistem Operasi RedHat. Penulis akan mulai penjajakan tersebut, dengan berbagi tips terkait bagaimana melakukan konfigurasi DNS Client pada Sistem Operasi RedHat Server, yang berjalan di dalam aplikasi VirtualBox. Konsep dasar terkait langkah tersebut, penulis peroleh dari beberapa situs di internet dan modul konfigurasi server dari lembaga IDN Yogyakarta. Tujuan dari penggunaan DNS Client ini adalah agar server dapat memperoleh layanan internet terlebih dahulu dari PC (Personal Computer) utama, sehingga aktivitas server dalam melakukan instalasi maupun berbagi resource menjadi lebih mudah. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat diimplementasikan untuk memperoleh akses layanan internet tersebut.
1. Sebelum melakukan setting alamat IP (Internet Protocol) pada terminal server, perlu dilakukan pengaturan sharing internet terlebih dahulu pada PC utama, yakni dengan membuka link "Open Network and Sharing Center" di pojok kanan bawah.


2. Setelah itu pilih link "Change adapter settings".


3. Setelah masuk di dalam Connection Network area, klik kanan interface Wireless. Pilih tab Sharing. Dalam tab tersebut, pilih salah satu interface yang akan diberikan layanan internet (sharing internet), dan dalam contoh ini, penulis memilih interface "VirtualBox Host-Only Network" sebagai interface yang akan diberikan layanan internet tersebut. Tentang bagaimana cara menambahkan interface dalam Sistem Operasi Windows, insyaallah akan penulis sampaikan pada artikel selanjutnya. Jangan lupa pula untuk memberikan cheklist pada perintah "Allow other network users to connect...." and "Allow other network users to control...." .


4. Pengaturan sharing internet telah selesai dilakukan, kemudian kita dapat memberikan alamat IP pada interface yang telah dipilih sebelumnya (VirtualBox Host-Only Network), seperti dalam contoh ini alamat IP yang diberikan adalah 192.168.137.1 dengan subnet mask 255.255.255.0 . Alamat IP tersebut yang nantinya akan dijadikan sebagai gateway di dalam pengaturan alamat IP Server.


5. Setelah konfigurasi di atas selesai dilakukan, selanjutnya masuk dalam menu "Settings" pada Sistem Operasi RedHat Server. Dalam menu tersebut, pilih tab Adapter 1 pada submenu "Network". Lakukan pengaturan adapter di dalamnya, dengan menyesuaikan interface yang telah ditentukan sebelumnya. Setelah itu ubah hak akses menjadi "Allow All" pada Promiscuous Mode, dan jangan lupa checklist Cable Connected di bawahnya.


6. Setelah itu, baru kita menuju ke server  RedHat yang ada di dalam workstation VirtualBox. Pertama, backup terlebih dahulu file ifcfg-eth0 ke dalam folder baru, dibuat dengan nama "bkup". Cara membuat folder tersebut, dilakukan dengan mengetikkan perintah #mkdir bkup di dalam folder "/" pada contoh ini. Setelah itu, masukkan perintah backup data eth0 dengan perintah #cp /etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-eth0 /bkup/ifcfg-eth0.backup


7. Data telah tercopy. Selanjutnya, masuk dalam file ifcfg-eth0 dengan perintah #nano /etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-eth0 . Di dalam file tersebut, masukkan data seperti berikut:

DEVICE=eth0
HWADDR=08:00:27:0E:18:96
TYPE=Ethernet
UUID=79bc51cc-0335-4a3c-99ab-7f91479c251a
ONBOOT=yes
NM_CONTROLLED=yes
BOOTPROTO=static
BROADCAST=192.168.137.255
IPADDR=192.168.137.2
NETMASK=255.255.255.0
NETWORK=192.168.137.0
GATEWAY=192.168.137.1
DNS-NAMESERVERS=192.168.137.2
DNS-SEARCH=vschool.lan
USERCTL=no
PEERDNS=no

Note: Data yang dimasukkan, menyesuaikan jaringan IP yang digunakan.


8. Setelah itu, simpan data dengan menekan tombol shortcut "Ctrl+X", dan kemudian pilih yes dengan menekan tombol "Y".

9. Selanjutnya restart jaringan, dengan perintah #service network restart .


10. Hasil pengaturan interface eth0 dapat dilihat dengan perintah #ifconfig .



11. Sampai pada tahap ini, jaringan yang digunakan hanya dapat melakukan ping ke alamat IP Google, namun belum dapat digunakan untuk memanggil DNS Google.



12. Untuk mengatasi masalah di atas, maka harus dilakukan konfigurasi DNS Client terlebih dahulu, agar server dapat mengenali nama situs di internet atau nama host di jaringan LAN. Cara ini dilakukan dengan mengubah nama situs menjadi bentuk yang dikenali komputer, yakni IP address. Mekanisme atau cara tersebut disediakan oleh Name Resolver yang terdapat dalam standar library linux (Sumber: Modul IDN). Langkah yang perlu dilakukan untuk setting DNS Client tersebut, dimulai dengan mengisikan alamat IP lokal ke dalam file hosts di dalam folder /etc . Pertama, buka file tersebut dengan perintah #nano /etc/hosts . Setelah itu, tambahkan data host seperti contoh berikut:

192.168.137.2 vschool.vschool.lan vschool

Note: Data yang dimasukkan menyesuaikan jaringan IP yang digunakan.


13. Setelah itu data disimpan dan lanjut ke dalam pengaturan file resolver. File tersebut digunakan untuk mengatur tiga kata kunci, yakni "domain" untuk menentukan nama domain lokal, "search" untuk menentukan daftar nama-nama domain yang digunakan untuk mencari nama host, dan "nameserver" untuk menentukan IP address dari DNS Server yang digunakan oleh Name Resolver (Sumber: Modul IDN). Pengaturan file resolver tersebut, dapat dilakukan dengan menggunakan perintah yang sama #nano /etc/resolv.conf . Setelah itu, silahkan isikan data seperti contoh berikut:

nameserver 192.168.137.2
nameserver 192.168.137.1
search vschool.lan idn.id
domain vschool.lan


14. Simpan data, dan kemudian silahkan cek hasil konfigurasi dengan melakukan ping ke situs google.com.


15. Ping ke situs Google telah berhasil dilakukan, dengan demikian server telah dapat menggunakan layanan internet dari PC utama, untuk keperluan instalasi secara online maupun berbagi resource dengan PC lain.



Demikian  rangkaian tahapan konfigurasi DNS Client pada Sistem Operasi RadHat Server di dalam workstation VirtualBox. Mohon maaf jika terdapat kesalahan dalam penyampaian teori atau implementasi. Selain sebagai arsip pribadi, semoga artikel tersebut dapat bermanfaat bagi teman-teman pembaca. Terima kasih.

Related articles:


Sumber:
https://ijaldmi.wordpress.com/2012/01/07/konfigurasi-ip-address-static-di-linux-redhat-9-0/
Buku Ubuntu Camp 2016 - Server Dasar oleh Andri Muhyidin (Modul IDN)